Menatap Pancaran Kembang Api Di Angkasa
Kala rembulan menyepi di langit
Dengan tiada bintang menemani
Sebuah ungkapan sayang yang kunyatakan
Memancar elok di angkasa
Aku memberimu kembang berwarnawarni
Kuluncurkan lurus menuju angkasa
Gantikan bintang menemanimu di sana
Dan sebagai hadiah yang tak ternilai
Di samping aku merangkulnya
Menemaninya menikmati kembang api
Nyata aku terpana bukan pada kini
Namun pada masa yang telah lalu
Pandanganku menerawang jauh
Jauh menembus waktu
Dulu aku menikmati ini dengan adikku
Kataku sambil menatap rembulan
Sambil aku berharap adikku pun melihat
Di samping sang rembulan
Ia berkata lirih lembut
Sekarang pun kamu menikmatinya bersama adikmu
Tersenyum aku menatapnya
Tatapannya penuh arti
Hangat menyelimuti hati
Ku belai lembut kepalanya
Berharap adikku di sana
Mendapatkan belaian yang sama
Wahai rembulan temani ia
Seperti engkau menemaniku lewatnya
LBI F/18
30/09/07
Kumpulan Puisi Ignas Praditya Putra berisi kumpulan dari puisi-puisi yang gwe edarkan lewat internet atau coret2an di gak jelas tempat, bisa dari blog, atau yang lain. Sayangnya dari internet yang lain itu... BANYAK HILANG.
Showing posts with label september. Show all posts
Showing posts with label september. Show all posts
Saturday, October 27, 2007
Sepanjang Jalan Kenangan
Sepanjang Jalan Kenangan
Kita selalu bergandeng rasa
Kita selalu bergandeng hati
Kita selalu bergandeng pikir
Kita selalu bergandeng ingatan
Dan sepanjang jalan kenangan
Kita kan lagi rajut kisah baru
Dalam gandeng atau
Dalam perahu yang berbeda
Kita begitu dekat
Begitu juga jauh
Dan kini saatnya memisahkan kedua makna
Berdiri maju melangkah ke depan saling pandang
Tersenyum lalu tertawa atau
Sedih lalu menangis
Aku menunggu-nunggu
Hingga darah jantungku tumpah ruah
Akan gemuruh jantung yg tak kuat tahan
Lajunya darah yang mengalir deras
Penuh harap
Satu harapan
Yang tertulis jauh di sana
Seberang lautan
1 September 2007
01.08 AM
Kita selalu bergandeng rasa
Kita selalu bergandeng hati
Kita selalu bergandeng pikir
Kita selalu bergandeng ingatan
Dan sepanjang jalan kenangan
Kita kan lagi rajut kisah baru
Dalam gandeng atau
Dalam perahu yang berbeda
Kita begitu dekat
Begitu juga jauh
Dan kini saatnya memisahkan kedua makna
Berdiri maju melangkah ke depan saling pandang
Tersenyum lalu tertawa atau
Sedih lalu menangis
Aku menunggu-nunggu
Hingga darah jantungku tumpah ruah
Akan gemuruh jantung yg tak kuat tahan
Lajunya darah yang mengalir deras
Penuh harap
Satu harapan
Yang tertulis jauh di sana
Seberang lautan
1 September 2007
01.08 AM
In Memoriam Luciano Pavarotti
Rest In Peace, Dearest Luciano Pavarotti. (October 12, 1935 – September 6, 2007) Kanker pakreas dan dia telah melawannya beberapa lama.
Suaramu bak malaikat masih menggema di hati
Menggugah mendalam
Mendunia resonansinya
Bahkan belum sempat engkau redakan pesona
Lantunan melodi dari napasmu
Berakhir sudah hembusanmu
Menyisakan denging pilu di telinga
Menjadi sembilu menyayat hati
Selamat jalan
Bergabung dalam paduan suara
Para malaikat di surga
Bergelora sepanjang angkasa
Mengiringi langkah karya Sang Pencipta
06/9/2007
Suaramu bak malaikat masih menggema di hati
Menggugah mendalam
Mendunia resonansinya
Bahkan belum sempat engkau redakan pesona
Lantunan melodi dari napasmu
Berakhir sudah hembusanmu
Menyisakan denging pilu di telinga
Menjadi sembilu menyayat hati
Selamat jalan
Bergabung dalam paduan suara
Para malaikat di surga
Bergelora sepanjang angkasa
Mengiringi langkah karya Sang Pencipta
06/9/2007
Subscribe to:
Posts (Atom)