Asap Rokok Di Relung Laring
Hendak kamu hirup masuk jauh jauh
Dalam dalam alveolus jauh
Ke dalam sel kau rasuk lebih jauh
Ke jiwa dan lebih jauh lagi kau jatuh
Sel-sel merintih pedih perih
Sakitnya tak terperi saat kamu berseri
Kemudian berseri sedih kembali
Menjerit aku menangis jiwaku perih
Dan aku mati saat kamu tiada sadar
Saat jiwamu berlubang
Saat asap itu tinggal di sampingku
Mengundang
Kamu hirup lagi kemudian
Aku akan mati
Menyusul kamu
Tiada bersama
Asap rokok di relung laringmu
Yang kian gelap kotor
Merasuk kotor
Itu jiwamu
18/05/05
Didz
Kumpulan Puisi Ignas Praditya Putra berisi kumpulan dari puisi-puisi yang gwe edarkan lewat internet atau coret2an di gak jelas tempat, bisa dari blog, atau yang lain. Sayangnya dari internet yang lain itu... BANYAK HILANG.
Showing posts with label 2005. Show all posts
Showing posts with label 2005. Show all posts
Saturday, October 27, 2007
Pada Malam Itu
Pada Malam Itu
Bidadari membisiki sukma akan cinta
Ada bulan memancarkan refleksi
Dan bintang akan harapan doa
Di malam kami saling bersatu mengisi
Itu jiwamu yang kotor
Dan jiwaku yang keruh
Jiwa-jiwa saling mengeruhkan mengotorkan
Dan ada banyak jiwa berteriak bersorakan
Bidadari?
Cinta?
Dan kau kotorkan
Keruhkan jiwaku?
Kamu menghilang pergi
Dalam aku sesal terisak
Terjadi semua tiada kan kembali
Waktuku berdetak dan kamu
Kulihat bintang dan bulan
Mengingat refleksi sebuah malam
Ketika sorakan kemenangan kehidupan berdenging
Memekakkan telinga aku berlinang air mata
Setelah anugerah kehidupan
Hidup dan hadir menyita
Di tengah ikatan kami
Atas refleksi sebuah malam
13 April 2005
Didz
Bidadari membisiki sukma akan cinta
Ada bulan memancarkan refleksi
Dan bintang akan harapan doa
Di malam kami saling bersatu mengisi
Itu jiwamu yang kotor
Dan jiwaku yang keruh
Jiwa-jiwa saling mengeruhkan mengotorkan
Dan ada banyak jiwa berteriak bersorakan
Bidadari?
Cinta?
Dan kau kotorkan
Keruhkan jiwaku?
Kamu menghilang pergi
Dalam aku sesal terisak
Terjadi semua tiada kan kembali
Waktuku berdetak dan kamu
Kulihat bintang dan bulan
Mengingat refleksi sebuah malam
Ketika sorakan kemenangan kehidupan berdenging
Memekakkan telinga aku berlinang air mata
Setelah anugerah kehidupan
Hidup dan hadir menyita
Di tengah ikatan kami
Atas refleksi sebuah malam
13 April 2005
Didz
Yang Kamu Telan, Ombakku
Yang Kamu Telan, Ombakku
Desiran ombak itu tetap merdu sedia kalanya
Langitku cerah disinari mentari betapa agungnya
Awan-awan menghiasimu bagai kapas dirangkainya
Ah tiada kami dengar jeritan camar getar suaranya
Engkau tiba-tiba hilang bersembunyi
Kabur jauh mundur sejauh tiada kami bisa lihat jeli teliti
Berkahi ikan-ikan bagi para nelayan mereka bersorak sorai
Satu waktu engkau berikan pada kami seputaran jarum jam
Adanya kami tiada tahu isyarat engkau berikan sebelum kau hantam
Kami dengan amarahmu setinggi gunung menerpa semua hilang dariku ampunilah...
23/04/05 11.10AM
Didz
Desiran ombak itu tetap merdu sedia kalanya
Langitku cerah disinari mentari betapa agungnya
Awan-awan menghiasimu bagai kapas dirangkainya
Ah tiada kami dengar jeritan camar getar suaranya
Engkau tiba-tiba hilang bersembunyi
Kabur jauh mundur sejauh tiada kami bisa lihat jeli teliti
Berkahi ikan-ikan bagi para nelayan mereka bersorak sorai
Satu waktu engkau berikan pada kami seputaran jarum jam
Adanya kami tiada tahu isyarat engkau berikan sebelum kau hantam
Kami dengan amarahmu setinggi gunung menerpa semua hilang dariku ampunilah...
23/04/05 11.10AM
Didz
Engkau Sang Cahaya Bintang
Engkau Sang Cahaya Bintang
Oh, kasihku belahan jiwaku
Aku melayang terbang tak tentu arah
Sedalam-dalam cinta dalam diriku
Selami hidup padamu aku selalu berserah
Pasrahnya hidupku, oh, aku tersinari oleh cahaya
Damai sungguh aku terhembuskan dalam udara-udara
Sejuk dan tenang nyaman teduh engkau buatku percaya
Kasihku, betapa cintaku setinggi angkasa raya sedalam samudera
Kemudian aku menggapai sayapmu terbang
Tapi engkau menarikku, ah, sinarmu terang bersahaja
Awan laksana lapangan luas tempat kita mengisi ruang-ruang
Hatiku yang beku dan kini engkau hangatkan kala menyanyikan senandung senja
Ah, cintaku terbawa ombak berdebur di karang
Bahwa karang tiada pecah tapi kokoh selalu cintaku
Walau tersaput pasir dan debu hingga aku buruk engkau pandang
Sinarmu cahaya bintang berkedap-kedip menari dalam iringan sulingku
Tanpa pernah engkau pergi
Syukur kupuji langit dengan sorak-sorai
Kulupakan bait-bait elegi
Kutiup serunai dan itu damai
3/4 '05
Didz
Oh, kasihku belahan jiwaku
Aku melayang terbang tak tentu arah
Sedalam-dalam cinta dalam diriku
Selami hidup padamu aku selalu berserah
Pasrahnya hidupku, oh, aku tersinari oleh cahaya
Damai sungguh aku terhembuskan dalam udara-udara
Sejuk dan tenang nyaman teduh engkau buatku percaya
Kasihku, betapa cintaku setinggi angkasa raya sedalam samudera
Kemudian aku menggapai sayapmu terbang
Tapi engkau menarikku, ah, sinarmu terang bersahaja
Awan laksana lapangan luas tempat kita mengisi ruang-ruang
Hatiku yang beku dan kini engkau hangatkan kala menyanyikan senandung senja
Ah, cintaku terbawa ombak berdebur di karang
Bahwa karang tiada pecah tapi kokoh selalu cintaku
Walau tersaput pasir dan debu hingga aku buruk engkau pandang
Sinarmu cahaya bintang berkedap-kedip menari dalam iringan sulingku
Tanpa pernah engkau pergi
Syukur kupuji langit dengan sorak-sorai
Kulupakan bait-bait elegi
Kutiup serunai dan itu damai
3/4 '05
Didz
Subscribe to:
Posts (Atom)