Nostalgia
The wind...
Blows......
Flows.........
Slowly but surely...........
They blow me
The dust
Away
From nowhere
To Nowhere else
Am I really...
Accept by others
As
Dust?
Or
Am I
Even not recognized by others
As nothing
At all ?
The wind always blows
The dust always blown
So am I
Still forgotten
Thursday, January 9th 2003
(Satu-satunya puisi periode 2003-2004 yang tersisa di internet. Sisanya waktu itu di-post di Forum Orenjonion dan Forum Cybernovel-Aestera yang kini telah menghilang.)
Kumpulan Puisi Ignas Praditya Putra berisi kumpulan dari puisi-puisi yang gwe edarkan lewat internet atau coret2an di gak jelas tempat, bisa dari blog, atau yang lain. Sayangnya dari internet yang lain itu... BANYAK HILANG.
Showing posts with label 2003. Show all posts
Showing posts with label 2003. Show all posts
Saturday, October 27, 2007
Dalam Satu Angan
Lecet di tangan dan berdarah
Tergores sisik-sisik bambu runcing
Senjata penuh angan dan amarah
Maju ku terus saat dengar peluru berdesing
Menembus tubuh lemah
Ia memancarkan darah
Mengalir deras
Jatuh ke tanah
Sebuah cita seakan sirna
Kala pandang mulai kabur
Tubuh lemah ini tersungkur
Walau satu tugas belum tuntas
Ku tak lagi kuasa berdiri
Malaikat berjubah hitam sudah hadir
Padahal perjuangan belum berakhir
Ku ingin tetap berlari
Satu peluru kembali melubangi tubuh
Maka ku tak lagi mampu menahan rubuh
Impianku kini luluh
Semangatku terbasuh peluh
Gelap
Desing peluru
Rusuh riuh seru merdeka
Mengiringi tidurku terlelap
Jakarta, 23 Oktober 2003, 04.00
Ignas Praditya
Tergores sisik-sisik bambu runcing
Senjata penuh angan dan amarah
Maju ku terus saat dengar peluru berdesing
Menembus tubuh lemah
Ia memancarkan darah
Mengalir deras
Jatuh ke tanah
Sebuah cita seakan sirna
Kala pandang mulai kabur
Tubuh lemah ini tersungkur
Walau satu tugas belum tuntas
Ku tak lagi kuasa berdiri
Malaikat berjubah hitam sudah hadir
Padahal perjuangan belum berakhir
Ku ingin tetap berlari
Satu peluru kembali melubangi tubuh
Maka ku tak lagi mampu menahan rubuh
Impianku kini luluh
Semangatku terbasuh peluh
Gelap
Desing peluru
Rusuh riuh seru merdeka
Mengiringi tidurku terlelap
Jakarta, 23 Oktober 2003, 04.00
Ignas Praditya
Subscribe to:
Posts (Atom)